Tampilkan postingan dengan label Random Knowledge. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Random Knowledge. Tampilkan semua postingan

Jakartan Slang

  • 0

Are you a learner of Bahasa Indonesia? Have you ever had troubles listening to native Jakartan people speaking the language? It sounds like they’re speaking another language and using weird words that are not even listed in your dictionary. Yeah! In daily conversation, Jakartan people love using Jakartan slangs. There are a lot of Jakartan slangs, but  here in this article I’m trying to cover some basic slangs mostly used by the people of Jakarta! 

Actually I made this for a friend in Shanghai who is currently learning the language, hi 雪儿!Hopefully it’ll be useful too for whoever reading it! Happy learning the Jakartan slang words! :)

Rage Comic of History, The Introduction(Battle of Surabaya)

  • 0
Talking about history as a school subject, I'm sure that most of you will think of it as a very lame subject that force us to memorize unrelevant events, dates, and places. But, the fact is; history isn't a lame subject to learn. History isn't all about dates, and places. Dates and places were just there to assist us got the whole story of historical events correctly and unbiased.

History is about the stories of past events. I believe that every story has a message to tell and so does history. History teaches us about the mistakes that our ancestors have made and prevents us to do it again, it teaches us to learn what is good in the past and keep on doing the good things of the past. We can learn from the mistakes of the past and move forward to create the better future by learning history. 

So, history is simply that awesome. However, most of us can't catch the awesomeness of history due to the way the history was being taught at school. So, I've decided to try making an interesting way to tell the history and deliver the message of historical event by using ragecomics as the media. I do really believe the growing use of ragecomic as the way to tell jokes will make it a creative way to make people love history.

In this series of ragecomic I'll try to cover some Indonesian and world historical events. At the beginning of each ragecomic I'll put brief backgrounds of the events so that it'll be easier for you guys to understand. For the first ragecomic, here is a comic of an Indonesian historical event. Please tell me what do you think about it :) 

Battle of Surabaya 

Background:

       After Indonesia declared it's independece in August 1945 from Japanese. The Dutch with the help from Allied force tried to regain its power over Indonesia. One of their effort to re-colonize Indonesia was to occupy Indonesian's second largest city, Surabaya. It's invasion to Surabaya was concealed in a good intention to take away Japanese soldiers weapon(who previously colonized Indonesia) and send Jap troops back to their homeland.  This concealed invasion led to an epic battle which is well-known in Indonesian as " Peristiwa 10 November"



Thanks to ragemaker.net for its awesome ragecomic generating service

Butterfly Effect

  • 0
Mari kita simak satu ilustrasi berikut ini:


A adalah seorang dokter Indonesia ternama yang memenangkan nobel kedokteran di tahun 2030 atas jasanya menemukan obat kanker yang selama ini menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Akibat penemuannya ini lebih dari puluhan juta jiwa terselamatkan dari maut akibat kanker. 
Ok? Sekarang mari kita flashback ke tahun 1970, jauh sebelum A dilahirkan, di satu kota kecil di mana satu pertemuan romantis di antara kedua orang tua A terjadi. Seorang pemuda sedang terburu-buru bergegas menuju kantor tempatnya magang, sementara di waktu bersamaan seorang gadis muda sedang dalam perjalanannya untuk menemui temannya di salah satu kafe. Dan tiba-tiba ketika mereka berpapasan, sang gadis muda terpeleset kulit pisang yang membuatnya hampir saja terjatuh, beruntung tangan sigap sang pemuda yang berpapasan dengannya berhasil menangkap tubuh gadis muda yang hampir terjatuh itu. Alhasil tumbuhlah benih-benih cinta diantara dua pemuda-pemudi ini dari petermuan nan romantis itu. Hubungan tersebut berlanjut hinnga akhirnya mereka berdua memutuskan untuk menikah dan melahirkan seorang putra yang selanjutnya diberi nama A, seorang pria yang di tahun 2030 memenangkan nobel tadi. 

Kini, mari kita lihat background cerita ini

Pertemuan nan romantis itu bisa terjadi karena adanya satu kulit pisang. Kulit pisang itu bisa ada di situ karena di hari itu petugas kebersihan yang seharusnya bertugas di daerah itu tidak masuk kerja karena sakit DBD. Alhasil sampah termasuk kulit pisangpun bertebaran di daerah itu. Kalau kita lihat lebih ke belakang lagi, di hari sebelumnya petugas kebersihan itu sedang asyik-asyiknya nonton bola dan ia terlalu malas untuk menepuk atao mengusir nyamuk DBD yang hinggap di tangannya. Akibatnya esoknya ia terkena DBD dan tidak bisa masuk kerja. 

Sekarang mari kita bayangkan versi lain dari cerita di atas


Kini bayangkan kalau di saat itu petugas kebersihan itu sedikit saja melawan kemalasannya, ia mengangkat tangannya, ia pukul nyamuk DBD itu, maka ia akan masuk kerja keesokan harinya, tidak akan ada kulit pisang di jalan, tidak akan ada pertemuan nan romantis, dan mungkin yang ada hanyalah 2 orang asing yang seumur hidup mungkin tak akan pernah kenal satu sama lain berpapasan dan tentunya tak akan lahir A, tak akan ditemukan obat kanker, dan kematian puluhan juta nyawa pun tak terelakkan. 

Satu perbuatan yang sebenarnya sangat kecil antara menepuk nyamuk DBD ato tidak ternyata bisa mempengaruhi nasib puluhan juta jiwa!

       Inilah yang disebut Butterfly Effect alias Efek Kupu-Kupu. Awalnya Butterfly Effect adalah satu teori yang dikemukakan seorang ahli metereologi Edward Norton Lorenz yang salah satu isinya berusaha menjelaskan bahwa kepakan sayap kupu-kupu dapat menyebabkan badai pasir(untuk lebih jelasnya bisa di buka linknya di Wikipedia). Namun, jika kita pandang menggunakan sisi lain ada satu pelajaran berharga yang bisa kita petik dari teori ini.
       Banyak orang merasa bahwa dirinya kecil, tak punya kekuatan, banyak juga yang bilang "Ah, buat apa aku ngelakuin ini itu toh tak ada pengaruhnya." ato "Mana mungkin sih aku yang orang miskin dan tak punya kekuasaan ini bisa merubah dunia."
Tentu bisa! Kenapa tidak? Bahkan kepakan sayap seekor kupu-kupu pun bisa mendatangkan badai, bahkan tepok nyamuk ato tidak bisa tentukan nyawa puluhan juta orang.
Ingatlah apapun yang Anda lakukan Anda punya pengaruh! Everything matters! :)



Oh iya ada juga satu film yang tema nya membahas tentang Butterfly Effect, kalo ada waktu senggang boleh ditonton. 


Taman Hutan Kota Penjaringan

  • 0
Di tengah-tengah kesibukan dan rutinitas nan padat sebagai warga DKI Jakarta, tentunya warga DKI amat merindukan adanya taman-taman kota sebagai sarana publik untuk rekreasi atau sekedar melepas kepenatan. Jadi, setiap weekend umumnya taman-taman kota di ibukota selalu dipenuhi oleh pengunjung. Tapi hari ini saya baru saja 'menemukan' satu taman kota yang justru sepi pengunjung.
      
Jadi, hari ini pas lagi meeting buat nentuin spot untuk sesi pemotretan Buku Tahunan Sekolah tiba-tiba ada satu temen yang bilang kalo di sekitar Penjaringan ada satu taman kota. Sebagai warga Penjaringan selama kurang lebih 4 tahun tinggal di Penjaringan jujur saya bingung dan ngga pernah denger kalo di Penjaringan ada taman kota. Lantas, kami meluncur ke tempat yang disebutkan tadi. Jalan masuk ke taman kota yang dimaksud teman saya ini memang boleh terbilang agak aneh dan kurang meyakinkan.

Jalan tersebut tidak terlalu luas, luasnya paling cuma cukup untuk maksimal dua mobil dimana di samping kirinya ada sungai besar(ngga tau namanya apa), sementara di samping kanannya ada pemukiman yang bisa dikategorikan kumuh. Awalnya, saya sempat ragu tapi gak lama akhirnya sampai juga di pintu gerbangnya.

Foto hasil googling(karena pintu gerbangnya lupa saya jepret hehe)
 

Quotes

  • 0
Eksperimen memasukkan quote-quote orang besar ke karya fotografi pribadi.





A Poem


Exceptional You
By: IAJ

I hate to start a poem; but yet I'll start it for you
My heart used to be closed; but now I'll open it for you
I hate to lose my freedom; but yet I'm willing to lose it for you
My time used to be mine; but now I'll dedicate it for you
I hate to be the number two; but yet I love it if the first is you
My brain used to be the possesion of my own idealism; but now I can't stop thinking of you
I hate to beg, but yet I beg for for the love; the only true love from you
My ego used to control me; but now the ego is  no longer prevail, but you
I hate to fall; but yet I fall in a deep love with you
My life used to be pointless; but now I get the point, it's you
I hate to make an exeception; but yet I make one for you

I have a lot of hatred; but yet you turn it into good things
You're the one who've changed my past, and bring "the present" into my life
Because you're an exceptional girl in my ordinary life 
You're simply exceptional


Donna Donna

  • 0
Ah, akhirnya ada juga waktu buat blogging. Hehe...

Beberapa hari lalu saya sempat menonton salah satu film layar lebar dalam negeri yang bercerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda idealis Indonesia di era 60-an, era-era pemberontakan PKI dan jatuhnya rezim orde lama dan awal orde baru yang berjudul Gie(dari nama tokoh aslinya Soe-Hok-Gie). Selain filmnya yang memang menarik karena temanya yang emang cukup langka untuk kategori film Indonesia, di tengah-tengah film ini ada satu soundtrack yang juga ga kalah menariknya. Jadi, di tengah-tengah film ini karakter utama wanita, Ira(Sita Nursanti) menyanyikan satu lagu yang awalnya dipopulerkan oleh Joan Baez di tahun 60-an judulnya "Donna Donna". Pertama pas denger melodi lagu ini yang memang mellow abis saya sempat mencoba mencari lirik lagu ini. Hasilnya, lagu ini memang bukan lagu sembarangan sampai-sampai ada entrinya sendiri di wikipedia. 
Ini dia lirik lagu yang saya dengar itu:

On a waggon bound for market
There's a calf with a mournful eye.
High above him there's a swallow,
Winging swiftly through the sky.


Reff:
How the winds are laughing,
They laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
And half the summers night.


Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.


"Stop complaining!", said the farmer,
Who told you a calf to be?
Why don't you have wings to fly with,
Like the swallow so proud and free?


Repeat Reff
Calves are easily bound and slaughtered,
Never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
Like the swallow has learned to fly.


Repeat Reff 

Awalnya lagu ini adalah lagu teater Yahudi, judulnya sendiri Donna Donna merupakan variasi dari kata Adonai yang dalam bahasa Ibrani berarti Tuhan. Lagu ini sendiri bercerita tentang satu analogi kehidupan yang cukup menarik. Di awal lagu diceritakan tentang tragedi seekor anak lembu(calf) yang hendak dibawa ke pasar untuk disembelih, sementara di saat bersamaan di atas si anak lembu itu ada seekor burung layang(swallow) yang terbang mengangkasa dengan begitu bebasnya. Di tengah perjalanan si anak lembu yang mengetahui bahwa ajalnya akan segera tiba terus menggerutu. Salah satu lirik dari lagu ini yang begitu menyentuh adalah jawaban dari orang yang akan menyembelih anak lembu itu sendiri terhadap gerutu demi gerutu dari si anak lembu yang akan disembelih ini. "Stop complaining! Who told you a calf to be? Why don't you have wings to fly with, like the swallow so proud and free."

Bagian dari lagu ini cukup membuat saya merenung sejenak. Apakah kita si anak lembu itu? Terkekang tak berdaya, menyerah dalam ketidakberdayaan akan yang berkuasa dan menunggu waktu kita untuk disembelih tiba? Belum habis saya merenung lagu ini diakhiri dengan satu kalimat yang cantik. "Calves are easily bound and slaughtered, never knowing the reason why. But whoever treasures freedom, like the swallow has learned to fly."

Yup, siapun yang mengejar kebebasan harus belajar terbang layaknya 'swallow' itu. Saya pikir ini satu lagu yang amat memotivasi kita di tengah-tengah ketidakberdayaan kita. Ketika situasi menekan dan para penguasa mulai semena-mena haruskah kita diam dan menunggu waktu 'penjagalan' tiba layaknya seekor anak lembu? Ataukah kita harus berontak pada ketidakberdayaan belajar mengepakkan sayap kita terbang mengangkasa dan mengawan-awani para penguasa layaknya swallow dan mencari apa yang disebut freedom itu?
Bagi yang tertarik ama lagu ini boleh di download di sini ato kalo ada yang bisa main gitar n tertarik untuk mainin lagu ini tab nya ada di sini(versi Joan Baez). 

Just A Brief Analysis of Love Poet and Love Letter

  • 0
It’s been a long time since I don’t update my blog. Well, surprisingly now I came up with an idea of analyzing a love poet. Well, it’s classic but cool anyway. So, here it is *forgive my bad English grammar anyway.

People who are fall in love can express their feeling with a lot of ways either composing music, drawing or even wrting a poet. Actually, there are no exact rules concerning how to write a poet. Everyone can freely express what they feel through the words. Love poet is not only the way to express your feeling but sometimes people use it to confess their feeling to their crush. Usually, they put the poet inside a love letter and send it to that special one together with a gift. Though it’s been really rare nowadays as the technology keep improving and there are so many instant ways to communicate with each other, love letter still can be considered as one of the best way ever to confess love. It’s completely different when you’re going to confess your feeling by sending her a love letter or just texting her. There’s something you can’t feel if you confess to her by  just texting her “I love you. Will you go out with me?” compared with you write a good love poet which can touch her heart deeply. Thing such like “You’re the Sun that light up my evey single day, without you my life will be nothing but darkness.” will be more sweet I guess. I am not a girl and I don’t understand girls, but if I am a girl I’ll really appreciate if someone sends me a love letter, even if I don’t like him. Why? Well, to send a love letter a guy need the great courage. Breave to write the letter, brave to wait for the right timing, brave to hand it to the special one, brave to wait for the answer, brave to face the worst possibility.

Though I never send one to a girl, writing a love letter is something cool and good in my opinion. But, there’re some ridiculous love letters  that doesn’t express love but egoistic. Thing like ”You’re mine, I want you to be mine forever.” sounds really egoistic. It sounds better with “I’m yours and I don’t care how you see me but I’ll for sure love you and do anything I can do for you till the end of the time.” Love is not something that egoist, love shouldn’t self-focusing but “you” -focusing. It’ll be sweet if you write a you-focusing love letter that not talking about how you feel only but also how to give the best for your special one.

Well, good luck for those who are writing love letter  for their beloved ones! xD

The Art of Public Speaking

  • 0
Berbicara mungkin telah menjadi bagian yang amat lekat dengan setiap manusia, bahkan saking lekatnya kita bahkan sering melupakan dan memperhatikan esensi dari berbicara. Sebenarnya apa sih tujuan utama seseorang berbicara dengan orang lain? Ada banyak macam jawaban, ada yang mengatakan untuk bergosip, sekedar mengobrol dan mengisi waktu luang, untuk urusan bisnis, mengajar, berceramah, maupun tujuan lainnya. Namun, jika kita perhatikan berbicara itu bukan hanya sekedar mengeluarkan kata-kata dalam sebuah bahasa untuk bertukar informasi belaka. Berbicara itu sendiri punya seninya, nah yang ingin saya bahas di sini adalah seni berbicara kepada publik atau yang lebih dikenal sebagai public speaking.

Sebenarnya saya bukan seorang public speaker ataupun mahasiswa yang sedang mempelajari bidang ini, namun saya amat tertarik dengan bidang ini saat ini. Sedikit membagi pengalaman, ketika saya masih SD boleh dikatakan saya adalah seorang pemalu berat dan salah satu hal yang paling saya benci adalah ketika saya diharuskan maju dan bercerita di depan ataupun membacakan puisi. Entah kenapa setiap kali saya maju saya selalu merasakan apa yang dikatakan sebagai "demam panggung"(walaupun sebenarnya juga tidak ada panggungnya). Oleh karena itu sewaktu SD ketika disuruh maju saya selalu berusaha untuk kabur, yah intinya itu nightmare bagi saya. Tapi, sejak SMP entah kenapa saya mulai berpikir kenapa saya harus takut berbicara di depan orang-orang yang toh sebenarnya saya kenal juga dan sering ngobrol dengan saya di kelas. Banyak orang menganjurkan untuk menganggap orang-orang di depan Anda ketika Anda sedang berpidato ataupun berpuisi di depan sebagai tomat ataupun apalah yang membuat Anda tidak tegang. Entah hal itu benar atau tidak, tapi menurut saya pribadi hal ini kurang baik. Apa yang kita hadapi yah adalah orang dan fakta ini harus kita hadapi. Menurut saya yang lebih penting ditingkatkan adalah kepercayaan diri dan bukan menganggap audiens tidak ada. Karena terkadang audiens ini juga yang bisa kita ajak berkomunikasi sehingga apa yang kita sampaikan di depan nanti tidak terlalu kaku dan membosankan. Ketika saya duduk di bangku SMA dan mulai sering ada banyak tugas berpresentasi di depan kelas, kini sebaliknya tugas-tugas ini justru menjadi favorit saya di kelas dibandingkan mengerjakan soal-soal.

Berikut ini saya akan mencoba membahas sedikit tentang berpresentasi, serta berbicara di depan
dan benegosiasi.


a. Berbicara di Depan Orang Banyak

Seringkali di berbagai kesempatan kita diharuskan berbicara di depan orang banyak, baik untuk berpresentasi, berpidato, ataupun menjelaskan sesuatu. Berbicara di depan sebenarnya merupakan suatu seni persuasi atau mempengaruhi orang lain. Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

  • Bersikap terbuka
    Apa yang dimaksud sikap terbuka? Ketika Anda ingin maju ke depan mungkin Anda akan merasakan sedikit tegang dan sebagainya. Cobalah bersikap terbuka kepada audiens Anda, coba katakan kepada mereka "Jujur saja sebelum maju ke depan panggung saya sempat berkeringat dingin dan amat tegang,.....". Dengan demikian audiens akan mengerti keadaan Anda dan lebih mudah menerima setiap apa yang Anda katakan.
  • Berusahalah untuk berdialog
    Ketika Anda berbicara di depan publik mungkin setiap mata akan tertuju kepada Anda, tapi ada kemungkinan juga di mana audiens akan terkantuk oleh Anda. Oleh karena itu untuk menghindari hal ini cobalah berdialog dengan mereka sehingga mereka merasa bahwa pusat perhatian bukan hanya pada Anda, tetapi Anda juga menghargai setiap audiens Anda. Sebgai seorang siswa, saya telah banyak diajari berbagai tipe guru. Ada beberapa tipe guru yang sebenarnya berkompeten di bidang yang diajarnya namun ketika mereka berbicara mereka telah memfokuskan diri pada materi-materi secara terus menerus tanpa jeda dan tidak memberi ruang bagi para siswanya untuk turut berperan dalam suatu proses belajar. Hal ini justru menyebabkan anak-anak kesal, bosan, dan malas untuk belajar. Idealnya, Anda juga harus coba menanyakan pendapat audiens, karena Anda tidak selamanya mutlak benar. Selain itu, hal ini juga membuat audiens merasa lebih dihargai keberadaannya, siapa tahu mereka punya pendapat yang lebih baik sehingga bisa menambah wawasan Anda juga.
  • Hindari pengunaan kata-kata teknis yang tidak dimengerti audiens
    Ketika Anda berbicara di depan salah satu hal yang paling utama yang Anda perlu perhatikan agar memperoleh perhatian audiens adalah berbicara sesederhana mungkin agar audiens mengerti Anda. Percuma Anda berbicara dengan bahasa yang terlalu formal bahkan terkesan kaku dan bahasa tingkat tinggi tapi audiens Anda tidak mengerti. Kalau memungkinkan gunakan bahasa pergaulan yang mudah dimengerti, dengan demikian akan membuat audiens merasa lebih nyaman. Jika konteks pembicaraanya tidak menuntut Anda berbicara terlalu formal jangan segan-segan menggunakan kata gue, loe, dsb. Jangan gunakan kata-kata aneh yang membuat audiens bingung dan usahakan menyampaikan sesuatu sesederhana mungkin. Contoh: "Menurut saya hal yang paling penting sebagai negosiator adalah menempatkan diri kita dalam perspektif orang yang diajak bernegosiasi dan dengan bergam cara meyakinkan bahwa orang yang diajak bernegosiasi berada dalam posisi yang menguntungkan." bandingkan dengan "Intinya sih waktu loe nego orang yang loe ajak nego itu pasti maunya dia yang untuk donk, nah jadinya loe harus coba mikir pake cara dia mikir. Loe harus coba buat dia sampe dia mikir eh, kalo gini gue untung nih! Waktu dia udah mikir kaya gitu nego loe pasti berhasil. Jangan sampe loe buat dia ngerasa loe lebih mentingin urusan perusahaan loe ato loe pribadi daripada profitnya si orang yang loe ajak nego." Meskipun terlihat agak panjang dan informal asalkan orang yang Anda ajak bicara mengerti, itu sah-sah saja menurut saya.
  • Selipkan candaan
    Ketika Anda berbiacara di depan jelas terkadang akan membuat orang bosan jika Anda berbicara dalam waktu yang terlalu lama. Oleh karena itu Anda harus coba mengatur tingkat keseriusan ketika Anda berbicara. Ketika audiens mulai bosan, maka Anda harus berusaha menyelipkan candaan sehingga membuat mereka fresh kembali. Usahakan masukkan candaan yang ada hubungannya dengan apa yang Anda bicarakan, sehingga selain me-refresh
    audiens, mereka juga bisa menjadi lebih mengerti apa yang Anda sampaikan. Manusia mempunyai natur untuk mengingat sesuatu dengan joke.
  • Gunakan analogi atau perumpamaan
    Dalam menyampaikan sesuatu cobalah untuk sesering mungkin memberikan analogi yang mudah dimengerti audiens. Ambilah contoh dari kehidupan Anda sehari-hari sehingga mudah diserap. Kalau mengambil contoh yang terlalu ilmiah hasilnya akan jadi tak jauh beda dengan Anda tidak memberi contoh sama sekali.

    Dengan memperhatikan hal-hal di atas nicaya Anda akan terlihat lebih hidup di depan audiens dan sukses dalam berbicara di depan publik.



    b. Bernegosiasi
Bernegosiasi yang pasti akan berusaha mempertemukan dua belah pihak atau lebih yang berusaha untuk memperjuangkan kepentingan masing-masing. Oleh karena itu, jelas sebuah negosiasi tidak akan pernah berhasil jika keduabelah pihak tidak ada yang berusaha menoleransi kepentingan pihak yang diajak bernego. Kalau kita perhatikan dalam bernego ada 3 kemungkinan posis Anda dalam bernego.

1. Di atas angin

2. Netral

3. Membutuhkan pihak yang diajak bernego


 

Di atas angin maksudnya pihak yang Anda ajak bernego membutuhkan Anda, meskipun Anda juga membutuhkan mereka tetapi posisi mereka terlihat lebih memerlukan Anda. Misalkan ketika Anda membeli barang dan menawar harga barang. Kalau dalam posisi ini Anda akan cenderung lebih mudah memperjungkan kepentingan Anda, tapi sebaliknya jika Anda berada di posisi seperti nomor tiga masalahnya akan sedikit lebih rumit. Nah, dalam kasus ini Anda harus berusaha memposisikan diri Anda sebagai pihak yang Anda ajak bernego. Karena pihak yang Anda ajak bernego pasti ingin memperoleh keuntungan juga ketika memenuhi kepentingan yang Anda negokan, kalau tidak buat apa ia setuju. Dalam buku Seni Berbicara kary Larry King yang pernah saya baca ada sebuah illustrasi menarik, sayangnya saya tidak ingat secara persis berikut kurang lebih illustrasinya:

10 tahun yang lalu ketika masih SMP, salah seorang teman saya John pindah ke kota lain tanpa memberitahu sekolah mengenai kepindahannya ini. Memanfaatkan situasi ini selayaknya seorang anak nakal teman saya berusaha untuk menipu kepala sekolah kami. Ia mengatakan kepada kepala sekolah bahwa John telah meninggal, menanggapi berita ini sang kepala sekolah segera menelpon ke rumah John, namun karena ia telah pindah tidak ada orang di rumahnya yang mengangkat telepon. Oleh karena itu, ia segera memberikan kami uang untuk dana berduka atas meninggalnya John. Dengan uang ini lantas kami berpesta dan meghabiskan uang ini. Setahun kemudian di suatu upacara perayaan setahun kematian John di sekolah, tiba-tiba John muncul di lapangan. Melihat ini sang kepala sekolah lantas murka dan memanggil kami berdua ke ruang kepsek. Ia berniat untuk tidak meluluskan kami karena perkara ini. "Beraninya kalian menipu saya! Tahun ini kalian tidak akan lulus, tahun depan tidak, tidak untuk selamanya!", katanya. Teman saya sang troublemaker, lantas dengan sedikit mengejutkan berusaha bernego dengan dia "Begini ibu sebenarnya sih bukan suatu masalah bagi kami untuk tidak lulus dari sekolah, toh kami juga tidak terlalu peduli. Tapi, yang menjadi masalah adalah nama baik ibu sebagai seorang kepsek. Bisa-bisanya seorang kepsek bergelar Ph. D. mempercayai kata-kata dua anak SMP dalam hal sepenting ini dan hanya menelpon ke rumah John satu kali untuk mengkonfirmasi berita ini dan sebenarnya teleponnya pun tak diangkat. Telepon di rumhanay tidak diangkat bukan berarti John pasti meninggal, ada terlau banyak alasan, mungkin saja ia pindah dan sebagainya. Kalau sampai berita ini sampai ke media mau dikemanakan nama baik ibu. Coba ibu pikirkan!" dan dengan luar biasanya ia memenangkan nego yang sebenarnya sangat tidak menguntungkan kami dan akhirnya kamipun diluluskan.


Dalam kutipan illustrasi di atas jelas perlu kita tekankan bahwa inti daripada negosiasi adalah berusaha untuk memperjuangkan kepentingan sendiri tapi dengan cara menggunakan cara pandang orang yang Anda ajak bernego seperti pada kutipan di atas.

Demikian sedikit yang bisa saya tuliskan mengenai public speaking dan negosiasi. Semoga bermanfaat!

漢字(­Han Zi---Kanji---Hanja---Hantu)

  • 0

As we known before Chinese characters called Han Zi in Chinese. But, Han Zi just one of these characters names. Han Zi also called Kanji in Japanese, Hanja in Korean, and Hantu(Chu Nom) in Vietnamese. Chinese characters are so unique and meaningful characters which had been developed for about 6000 years ago till nowadays. Here some reasons why  I said that Chinese characters are so unique and meaningful characters.
1.                 Han Zi are different with the others characters which usually used for phonetic function. For example: Latin characters(ABCD), Russian characters, etc. While, each of Chinese character symbolize one or more meanings. Cause, Han Zi are actually pictograms form or the combination of two or more pictograms. Moreover, Hanzi are descriptions of real shapes in the world. Such as: 火(huo)-> fire came from a flame image. These things still can be seen in Traditional Chinese character.
2.                 Some of Chinese characters are logically can be understood. For example: 飛( Fei)à fly. This character is the combination of tree elements, they are: 升(sheng)à going up and 2 elements of飞à>a shape like wing. So, we can infer that this character means fly.
3.                 China is divided into so many provinces and regions. Each region has it’s own local language ,but local languages in China have no written language. So, they all just use one writing system, that is Han Zi.
4.                 Chinese characters already developed since 6000 years ago. But, Han Zi still exist and didn’t extinct. Moreover, in these last decades Hanzi were developing rapidly.Though, nowadays we may see that Chinese characters already simplified and transformed extremely :   繁體字(Traditional characters) à 简体字(Simplified characters)
Might be those things that I mentioned above are the reasons why other languages like, Japanese, Korean, and Vietnamese absorbed Han Zi as one of their characters. Here are some languages that absorbed Chinese characters.
1.      Han Zi in Japanese(Kanji)
Kanji is a part of four sets characters in Japanese wich vastly used to symbolize consept or idea. But, besides Kanji which absorbed from Chinese characters, also there are Kanji that  made by Japanese themselves. Those characters called kokuji(国字).
2.      Hanzi in korean(Hanja)
Hanja is a set of character that used in Korea besides Hangul(Korean original characters) and pronunciated with Korean pronunciation. Hanja’s form almost same as traditional Chinese characters, unlike some Kanji  which had been transformed from Chinese characters itself.
3.      Hanzi in Vietnamese(Chu Nom)
Chu nom(字喃) litterally means “writing from south”. As ex-territorial of China kingdom in the past, Vietnamese also used some of Han Zi as Vietnamese characters.But, the using of Chinese characters in Vietnamese nowadays already vanished at all. Chu Nom used in Vietnam from 10th century till 20th century and then substituted with quoc ngu(romanized Vietnamese) when U.S.  colonize Vietnam.
Besides developed in outside of China, in China itself Hanzi also had developed and are developing in these last decade.