Tampilkan postingan dengan label Good Movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Good Movies. Tampilkan semua postingan

PK (2014)

  • 0

Udah cukup lama gue ga pernah nonton film Bollywood, sampe temen gue rekomen film PK ini. Personally, gue emang ga terlalu suka genre film Bollywood yang biasanya panjang banget, sometimes bahkan ampe 3 jem. Katanya dosen Filmologi gue, ini alasan kenapa bioskop Indo jarang muter film India. Katanya karena takut rugi, tiket yang harganya sama tapi waktu putarnnya panjang banget. Baiklah kembali ke PK. Meskipun ga terlalu doyan, berhubung uda dibocorin isi ceritanya gue langsung tertarik untuk coba lihat film karya Rajkumar Hirani. Temen gue bilang film PK ini bakal berkisah tentang alien yang datang ke bumi dan mempertanyakan agama. Tema kontroverisal yang bakal seru banget untuk diangkat! Setelah nunggu download selama beberapa jam[maafkan gue pak produser, sutradara, dkk :'( ], gue pun mengahbiskan dua setengah jam terpaku di depan layar laptop, dan hasilnya gue ga kecewa! Tanpa ragu, gue langsung memasukkan film ke dalam daftar film favorit gue.

Die Welle

  • 0


You think dictatorship isn't possible in German anymore?
Gue ga pandai membuat sinopsis, jadi untuk sinopsis lengkapnya boleh dicek di sini. Intinya film yang mengangkat tema edukasi dan filosofi politik ini berusaha membuktikan kecacatan sistem otoriter ala Nazi Jerman dan menggambarkan bagaimana manusia bisa dengan mudahnya dimanipulasi untuk mendukung sistem ini. 

A Separation

  • 0
“Which one is more important? Justice or mercy?”
Pertanyaan di atas terkenal klasik, bukan? Acapkali dalam personality test, pertanyaan ini muncul. Pertanyaan yang sama pula nampaknya yang menjadi konsep sentral yang berusaha dikemas dalam film Iran produksi tahun 2011, A Separation atau dalam judul aslinya جدایی نادر از سیمین‎ (Jodaí-e Nadér az Simín).

A Separation adalah film Iran pertama yang gue tonton. Film ini dimulai dengan alur yang lambat dan honestly untuk orang-orang yang terbiasa dengan film action atau drama komedi ala Hollywood film ini bakal boring dan flat banget bahkan sampai detik terakhir. Tapi, bukan berarti film ini ga menarik, film ini punya point of interest tersendiri yang bisa membuat lu stay selama 120 menit selanjutnya.

Bruce Lee, My Brother

  • 0

Kali ini saya mau merekomendasikan sebuah film karya sutradara Hongkong, Manfred Wong. Kalau bicara tentang film beladiri dari Hongkong tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan Yip-Man bukan? Nah, film yang akan saya rekomendasikan klai ini bukan film yip-Man itu tapi masih tak jauh juga dari tokoh Yip Man, yakni murid Beliau sendiri yang sukses melanglangbuana hingga ke negeri Paman Sam. Yup! Bruce Lee. Film berjudul Inggris Bruce Lee, My Brother ini merupakan film yang mengkisahkan tentang masa muda bintang Hollywood nan legendaris tersebut. Kisah masa muda Lee yang penuh akan intrik ini disajikan secara menarik, mulai dari ketika ia mengikuti kompetisi menari cha cha sampai kepergiannya meninggalkan Hongkong karena aksi baku hantamnya dengan sejumlah triad Hongkong. Dari segi action maupun alur ceritanya film yang dibintangi Aarif Rahman ini memang patut ditonton. Selamat Menonton! :D

Gie(2005)



Setelah pada beberapa postingan sebelumnya saya sempat memposting satu lagu soundtrack film Gie, dalam postingan ini saya ingin sedikit menyajikan review tentang film penyabet penghargaan film bioskop terbaik FFI yang memang patut diancungi jempol ini.

Soe Hok Gie, atau lebih dikenal dengan Gie bukanlah seorang pemuda Indonesia dan mahasiswa UI biasa. Pemuda pencinta alam dan aktivis Indonesia di era 60an ini memberikan sumbangsih yang besar bagi negeri ini melalui idealisme dan aksi-aksi kemahasiswaannya. Nah kisah hidup Gie yang cenderung singkat ini(26 tahun) dikemas secara apik oleh Riri Riza dalam film yang berdurasi lebih dari 120 menit ini. Film ini sendiri sebenarnya diangkat dari Catatan Seorang Demonstran yang ditulis oleh Soe Hok Gie sendiri di masa hidupnya. Kisah hidup Gie sejak remaja hingga ajalnya menjemput diceritakan dalam film ini. Di dalam film ini pun quote-quote Gie yang diperankan oleh Nicholas Saputra disajikan sesuai dengan sikon ketika Gie menulis quote-quote tersebut.

Beberapa diantaranya:
"Bagiku sendiri, politik adalah barang yang paling kotor, lumpur-lumpur yang kotor, Tapi suatu saat di mana kita tidak dapat menghindari diri lagi, maka terjunlah."
"Seorang filsuf Yunani pernah menulis : nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda"
Nah, berhubung video full-movienya ga bisa diembed(bukan karena saya ga bisa nge-embed y, tpi emang bener-bener ga boleh diembed haha) jadi saya cuma bisa bagi linknya aja nih di youtube. Filmnya tebagi jadi 18 parts kalo ga salah nah link ini adalah part pertamanya. Selamat menonton! :D




   

I Not Stupid

Akhir-akhir ini bioskop-bioskop maupun layar kaca kita kerap dipenuhi film-film bertemakan sejarah, politik, fiksi-sains ataupun drama. Bukannya mengatakan tema-tema tersebut klise ataupun tidak menarik, tapi bisa dirasakan kurangnya film-film bertemakan edukasi di era modern ini. Nah, baru-baru ini saya menemukan dua film(film kedua merupakan sekuel film pertama) tentang kritik edukasi keluaran negeri Singa. Meskipun sebenarnya kedua film garapan sutradara Jack Neo ini terbilang film lawas(keluaran 2002 dan 2006), namun alur cerita film yang mencampuradukkan komedi, drama, dan pesan moral secara apik ini sukses menyampaikan pesan dan kritiknya terhadap paradigma pendidikan di Singapura. Nah, judul kedua film ini adalah I Not Stupid 1 dan sekuelnya I Not Stupid 2(Too). Judulnya itu bukan saya yang salah ketik ya meskipun secara grammar seharusnya yang benar adalah I'm Not Stupid tapi di situlah film ini menunjukkan sisi Singapuranya, yakni melalui Singlishnya. haha Berikut di bawah ini saya sediakan link full-film I Not Stupid 2 di youtube.

Oh ya, sekedar catatan video di youtube ini hanya menyediakan subtitle bahasa Tionghoanya dan kalaupun langsung ingin dengar percakapan mereka secara total Anda minimal harus bisa memahami 4 bahasa: Tionghoa, Inggris, Hokkien, plus Melayu. hehe Selamat menonton! :)

I Not Stupid 2